AIR MATA RAMADHAN
Karya: Ace Sumanta
Riang gembira
Sujud syukur
Negeri makmur
Jelang Ramadhan tiba.
Tadarus mempertajam iman
Menuju puncak keridhoan-Mu
Takbir dan Tahmid tercurah kepada Sang Penggenggam Alam
Hanya Ridho-Mu Ya Allah kuharap
Di tengah lumatan vandemi corona
Tetap tak luntur dan tak tergerus waktu
Pada-Mu Ya Rabb
Harapan keberkahan Ramadhan kareem.
Kini berangsur shof masjid berkurang
Tadarus terasa sunyi di surau-surau tebing dan pegunungan basah
Lembah kaku embun terasa kelu
Tak terdengar gema ayat-ayat-Mu
Di ujung Ramadhan perjalanan waktu
Pasar-pasar dan jalanan dipadati pengunjung tak bersekat
Seolah wakil-Mu berdesak-desakan
Mencari pakaian baru dan takjil diburu
Terasa suara-suara kehidupan bergeser menjadi kepompong lunglai
Entah hingga kapan menjadi kupu-kupu kan terbang
Menjemput lailatul-kodar
Bergumam bersama
Berzikir hingga takbir berakhir.
Air mata Ramadhan
Berubah menjadi kecemasan langkah
Esok kita kan memasuki kegelapan kembali
Di tengah debu beterbangan
Kerontang rasa syukur
Malam kan sunyi kembali.
Air mataku
Tak menjemput kelopak mata-Nya
Bening nampak cahaya memudar.
(Nagrak, 9 Mei 2021)
