Tidak ada anak yang bodoh di dunia ini

Harus kita ketahui bersama bahwa ada 2 hal penyebab anak yang kadang dicap bodoh oleh guru,  orang tua dan lingkungannya.

  1.  Anak itu belum bisa memaksimalkan potensi dirinya.
  2.  Belum ada guru yang bisa  mengajari anak itu,  tentang hal itu.

Sering ditemukan kasus di mana konsep diri anak benar-benar rusak karena pembelajaran seorang guru yang terkesan kaku.  Cara mengajar anak didik yang salah,  membuat banyak anak yang tidak mengerti dan tidak mampu menguasai konsep-konsep dasar dalam hal belajar.  Sehingga pencapaian prestasi anak didik begitu rendah.  Anak merasa tidak mampu karena nilainya jelek,  Dia akan benar-benar merasa bodoh dan tidak menyukai apa yang dia pelajari,  dan akan berimbas pada pelajaran lainnya.  Ketika anak merasa tidak mampu,  di situlah anak berada di titik nadir.  Di mana anak tidak akan maju kalau tidak ada perubahan sistem pengajaran, Padahal kadang seorang guru tidak bisa menerima konsep yang baru.

Ada tiga macam tipe seorang siswa

  1. Ber otak cair adalah seorang siswa apabila diajari biasanya langsung bisa.
  2. Ber otak gell adalah seorang siswa apabila diajari memerlukan beberapa kali pengulangan.
  3. Ber otak padat adalah seorang siswa yang memerlukan perhatian khusus.

 Begitu juga dengan seorang Guru juga ada tiga tipe

  1. Guru baik hati adalah Guru yang selalu menampung keluhan siswa.  Sebagai contoh ketika anak bertanya dan kebetulan Guru tidak bisa akan berjanji menjawab lain waktu.
  2. Guru biasa adalah Guru yang apabila mengajar selalu sesuai standar dan datar saja
  3. Guru galak adalah Guru yang apabila ada keluhan siswa dan kebetulan guru tidak bisa akan marah untuk menutupi ketidakbisaan nya atau bahkan cenderung menggunakan hukuman.

Semua anak jenius,  kata jenius bisa diartikan dari kata Genie In Us yang berasal dari Bahasa Inggris yang artinya Jin yang ada di tubuh kita.  Dalam kisah Aladin kita tahu bahwa untuk mengeluarkan jin dari botol maka perlu digosok-gosok terlebih dahulu.  Begitu juga kejeniusan perlu digosok dengan cara atau metode pembelajaran maupun media yang bisa memaksimalkan potensi diri.  Menjadi tugas kita sebagai pendidik dan juga sebagai orang tua. sehingga kejeniusan anak didik bisa keluar dan membuat mereka terangkat harga dirinya. Para orang tua  haruslah hati-hati dalam menjadi busur bagi anak-anaknya dan anak-anaknya seolah-olah menjadi anak panah yang setiap saat siap melesat jauh meninggalkan busurnya.  Dan busur yang baik adalah yang elastis, kuat dan  dapat mengarah pada sasaran yang tepat. Para orang tua dituntut untuk mengimbangi perkembangan anak-anak zaman sekarang dengan selalu memperkaya informasi dan pengetahuan yang dimiliki sesuai dengan zaman sekarang. Sehingga tidak kaget melihat perkembangan anaknya. Selain itu juga para orang tua dituntut menjadi motivator bagi anaknya, agar mereka bisa mencapai potensi terbaiknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *